Aliran-aliran Pendidikan | Anak Pantai

Aliran-aliran Pendidikan

Diera yang serba modern ini Pendididkan memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena jika pendidikan sudah berkembang dengan baik, maka nantinya masyarakat itu sendiri akan mampu bersaing di tengah perkembangan globalisasi yang telah merasuki kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Pendidikan merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia.

Dalam sejarah umat manusia, hampir tidak ada kelompok manusia yang tidak menggunakan Pendidikan sebagai alat pembudayaan dan meningkatkan kualitasnya, sekalipun dalam masyarakat yang masih terbelakang. Berbagai aliran telah lama berkembang dan mempengarui perkembangan Pendidikan. Aliarn–aliran ini tentunya diharapkan mampu menjadikan generasi muda yang kelak akan menjadi penerusnya mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Aliran dan gerakan tersebut mempengaruhi pendidikan diseluruh dunia, termasuk juga di Indonesia.
Aliran-aliran dalam perkembangan pendidikan dari dulu sampai sekarang memang memegang peranan yang penting. Berangkat dari permasalahan tersebut untuk itu dalam makalah ini, Penulis akan membahas mengenai Aliran–aliran Pendidikan.

ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN
Aliran-aliran Pendidikan telah dimulai sejak awal hidup manusia, karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Di dalam kepustakaan tentang aliran-aliran pendidikan, pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulai dari zaman Yunani kuno sampai kini.

Aliran Klasik
Aliran klasik adalah sebuah pandangan hidup yang mempunyai nilai atau mutu yang diakui dan menjadi tolok ukur kesempurnaan yang abadi/tertinggi. Sampai saat ini aliran aliran tersebut masih sering digunakan walaupun dengan perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
 
Nativisme
Istilah Nativisme berasal dari kata natie atau natus yang artinya terlahir dan nativis artinya pembawaan. Perkembangan manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa manusia sejak lahir, pembawaan yang terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menentukan hasil perkembangannya. Jadi perkembangan individu itu semata-mata dimungkinkan dan ditentukan oleh dasar turunan. Misalnya ayah atau ibunya pintar maka kemungkinan besar anaknya juga pintar. Menurut kaum nativisme pendidikan tidak dapat mengubah sifat bawaan anak peserta didik. Berdasarkan pandangan ini maka keberhasilan pendidikan ditentukan oleh anak didik itu sendiri. (Schopenhauer, Jerman: 1788-1860)
 
Empirisme
Kata empirisme berasal dari kata empiri yang artinya pengalaman. Manusia dilahirkan putih bersih seperti kertas putih, tidak membawa potensi apa-apa. Selanjutnya perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu ditentukan oleh lingkungannya atau oleh pendidikan dan pengalaman yang diterimanya. Manusia dapat dididik menjadi apa saja menurut kehendak lingkungan atau pendidiknya. Faktor bawaan dari orang tua (faktor keturunan) tidak dipentingkan. Pengalaman diperoleh anak melalui hubungan dengan lingkungan (sosial, alam, dan budaya).
Menurut aliran ini, pendidik sebagai faktor luar memegang peranan sangat penting, sebab pendidik menyediakan lingkungan pendidikan bagi anak dan anak akan menerima pendidikan sebagai pengalaman. Pengalaman tersebut akan membentuk tingkah laku, sikap, serta watak anak sesuai dengan tujuan pendidikan. (John Locke, Inggris: 1632-1704)

Naturalisme
Nature artinya adalah alam atau apa yang dibawa sejak lahir. Pada dasarnya semua manusia sejak dilahirkan adalah baik. Perkembangannya kemudian sangat ditentukan oleh alam/pendidikan yang diterimanya atau yang mempengaruhinya. Menurut aliran ini, anak hendaknya dibiarkan tumbuh dan berkembang sendiri menurut alamnya, yang dikenal dengan istilah “Pendidikan Alam”.  Aliran ini memiliki 3 prinsip dalam proses pembelajaran, antara lain sebagai berikut:
  1. Anak belajar melalui pengalamannya sendiri,
  2. Pendidik hanya sebagai fasilitator atau narasumber,
  3. Program pembelajaran harus sesuai dengan minat peserta didik.
Aliran ini menitikberatkan pada kemampuan individu anak yang menjadi pusat kegiatan belajar-mengajar. (JJ. Rousseau, Prancis: 712-1778)

Konvergensi (nativisme-empirisme)
Sejak lahir manusia telah memiliki potensi-potensi, namun perkembangan selanjutnya ditentukan bersama, baik oleh sifat bawaan maupun lingkungan atau pendidikan. Pembawaan tidak akan berkembang dengan baik jika tidak ada dukungan pendidikan dan atau lingkungan. Sebaliknya pendidikan dan atau lingkungan tidak akan berhasil baik manakala pada diri anak tidak ada pembawaan yang mendukungnya. (William Stern Jerman: 1871-1939)

Aliran Baru
Aliran-aliran baru yang turut mempengaruhi proses pendidikan di indonesia adalah sebagai berikut :

Progresivisme
Aliran progresivisme mengatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak didik yang berkuailitas dan terus maju (progress) sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada guru dan bahan pelajaran. Tujuan pendidikan menurut aliran ini adalah melatih anak agar kelak dapat bekerja secara sistematis, mencintai kerja, dan bekerja dengan otak dan hati.
Aliran progresivisme sangat berpengaruh terhadap pemulihan harkat dan martabat anak dalam pendidikan karena anak mempunyai indidvidualitas sendiri-sendiri, mempunyai alur pemikiran sendiri,mempunyai keinginan sendiri, mempunyai harapan-harapan dana kecemasan sendiri yang berbeda dengan oerang dewasa.

Esensialisme
Aliran esensialisme menekankan bahwa pendidikan harus didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban manusia. Aliran ini berusaha menghidupkan kembali ilmu pengetahuan dan kesenian serta kebudayaan purbakala. Tujuannya adalah menyampaikan warisan budaya dan sejarah melalui suatu inti pengetahuan yang telah bertahan sepanjang waktu sehingga berharga untuk diketahui semua orang.

Perenialisme
Perenialisme diambil dari kata perenial yang artinya kekal atau abadi. sehingga perenialisme adalah gerakan pendidikan yang mempertahankan bahwa nilai-nilai universal itu ada, dan bahwa pendidikan hendaknya merupakan suatu pencarian dan penanaman kebenaran dan nilai-nilai yang bersifat kekal.
Menurut aliran ini dengan adanya ilmu pengetahuan maka seseorang dapat berpikir secara induktif artinya metode pemikiran yg bertolak dari peristiwa khusus untuk menentukan kaidah yg umum atau penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan yg khusus untuk diperlakukan secara umum. Maka tujuan utama dari pendidikan menurut aliran ini adalah agar peserta didik mampu mengenal dan mengembangkan karya-kartya yang menjadi landasan pengembangan disiplin mental dan membina pemimpin yang sadar dan mempraktekkannya dalam semua aspek kehidupan.

Rekonstruksionalisme
Kata rekonstruksionalisme dalam kamus bahasa inggris bearasal dari kata reconstruct yang berarti menyusun kembali. Dalam kontek pendidikan aliran ini adalah suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern. Aliran ini mengatakan bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur dan bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu.
Tujuan utama pendidikan menurut aliran ini adalah untuk membagkitkan kesadaran peserta didik tentang masalah sosial, ekonomi dan politik yang dihadapi umat manusia dan mengajarkan kepada mereka keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah.

Idealisme
Tujuan pendidikan menurut aliran ini adalah agar anak didik bisa menjadi kaya dan memiliki kehidupan yang bermakna, harmonis, penuh warna dan mampu membantu indidvidu lainnya untuk hidup lebih baik. Sedangkan tujuan aliran pendidikan idealisme bagi kehidupan sosial adalah perlu adanya persaudaraan  sesama manusia. Seseorang tidak hanya menuntut hak pribadinya tapi juga menciptakan hubungan yang baik, pengertian dan saling menyayangi.

SIMPULAN
Dari Aliran-aliran Pendidikan tersebut dapat Penulis simpulkan ada beberapa perbedaan pandangan dalam pendidikan, akan tetapi intinya tetap sama yaitu untuk mendidik manusia yang lebih baik. Aliran Konvergensi yang merupakan penggabungan dari aliran nativisme dan empirisme. Pembawaan tidak akan berkembang dengan baik jika tidak ada dukungan pendidikan dan atau lingkungan. Sebaliknya pendidikan dan atau lingkungan tidak akan berlangsung dengan baik jika pada diri anak tidak ada pembawaan yang mendukungnya. Begitu juga dengan adanya gerakan baru dalam pendidikan sangatlah penting sebagai metode/cara belajar bagi pendidik ataupun peserta didik, hal ini dapat membantu pendidik untuk membimbing peserta didik agar mampu mengembaangkan minat belajar dari metode tersebut.
Dengan adanya penulisan makalah ini, diharapkan pembaca dapat mengetahui aliran-aliran dan gerakan baru dalam pendidikan serta pengaruhnya bagi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Sehingga pembaca yang dalam hal ini yang dominan merupakan calon pendidik akan bisa menerapkan aliran-alairan ataupun gerakan baru tersebut untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. 

==========
Oleh:
ariesrutung95

2 komentar

ada referensi kajiannya ? soalnya buat tugas kuliah

Reply

@ALIFAH WILDA ZKH, Coba cek bukunya Drs. Tatang S., M.Si.

Reply

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar. Kritiklah sesuka Anda!

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA