September 2017 | Anak Pantai

Apakah karyamu murni hasil pikiranmu? - Say NO to Plagiarism

hentikan-plagiat

Plagiarisme merupakan suatu aktivitas meniru atau menjiplakkan karya seseorang atau karya milik sendiri yang direproduksi sehingga melanggar hak cipta. Plagiarisme merupakan tanda dilanggarnya kejujuran dan integritas ilmiah, yang justru menjadi tonggak utama lembaga pendidikan manapun. Apakah karyamu murni hasil karyanya atau sebagian dari hasil karyanya? Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak pembahasan berikut, kira-kira perbuatan menjiplak seperti apa saja yang digolongkan dalam praktik plagiarisme atau yang biasa kita kenal plagiat.

Kolusi
Kolusi merupakan kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk maksud tidak terpuji. Atau dengan kata lain bersekongkol untuk berbuat sesuatu yang merugikan bukan hanya dirinya sendiri tetapi juga orang lain.

Kolusi terjadi apabila seseorang membuat sebuah karya dan mengizinkan orang lain untuk menyontek atau meniru karyanya. Kolusi berbeda dengan kerja kelompok. Kerja kelompok akan menghasilkan suatu karya. Sementara kolusi tidak demikian. Satu karya untuk banyak orang yang bukan dalam satu kelompok.

Copy dan Paste
Istilah ini sudah bukan sesuatu yang asing terdengar di telinga kita. Istilah ini identik dengan karya yang dipublikasikan di dunia maya/internet dalam bentuk softcopy atau yang bertalian dengan file-file, data, document, dan lain sebagainya. Copy adalah kata yang berasal dari bahasa inggris yang artinya menyalin/menggandakan, sedangkan Paste yaitu suatu proses menempatkan hasil Copy-an tadi baik itu dalam sebuah karya baru atau karya yang sudah jadi. Jadi kedua istilah ini selalu berdampingan atau tidak bisa dilepaspisahkan. Praktik ini tetap dianggap plagiarisme entah dengan mengubah sebagian atau seluruh isi file atau dokumen.

Plagiarisme Penuh
Si A disuruh membuat artikel tentang profesi guru misalnya. Karena tidak mempunyai wawasan yang luas dan tidak gemar membaca, akhirnya si A mengadopsi sepenuhnya artikel orang lain entah dari mana asalnya, yang sudah jelas bukan karyanya lalu diakui bahwa artikel tersebut adalah hasil karyanya sendiri.
Plagiarisme Parsial
Plagiarisme jenis ini muncul ketika otak sudah tak mampu memproduksi kalimat-kalimat yang baik dan baku. Akhirnya yang dilakukan adalah mengadopsi beberapa paragraf dari karya atau sumber lain dan disatukan dengan karyanya tanpa menulis referensi (sumber) dari hasil adopsi tersebut. Lalu kemudian, untuk mengurangi kecurigaan, diubahlah beberapa kata dan kalimat dari paragraf tersebut sehingga tidak terlau mencolok karya orang lainnya. Namun demikian, berapapun banyak kalimat yang diubah dan tidak, tetaplah dinamakan plagiarisme.

Parafrase tanpa referensi
Parafrase merupakan pengungkapan kembali suatu konsep atau gagasan menggunakan cara lain namun tetap dalam bahasa yang sama dan tanpa mengubah sedikitpun maknanya. Aktivitas ini memberikan kemungkinan kepada si penulis untuk memberikan penekanan yang agak berlainan dengan penulis asli. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bukankah parafrase merupakan salah satu keterampilan mendasar yang harus dimiliki dan dikuasai oleh setiap orang dalam menulis? Ia memang benar, namun akan menjadi masalah dan dipermasalahkan jika dan hanya jika tidak disertai referensi atau sumber rujukan dari karya (tulisan) yang dikutip tersebut. Si penulis harus tetap mencantumkan sumber aslinya, jika tidak ingin dianggap plagiat.

Pencurian Gagasan
Pencurian gagasan adalah suatu aktivitas dalam menulis yang mengambil hasil pemikiran atau ide orang lain untuk membuat karya sendiri. Hal ini dianggap plagiarisme jika gagasan orisinal orang lain itu tidak disertakan member kredit atau referensi karya yang diambil tersebut. Kebanyakan orang memberi alasan lupa dan tidak tahu lagi alamat atau asal karya tersebut diambil.
Pencurian gagasan berbeda dan harus dibedakan antara pengetahuan umum (common knowledge) yang tidak dianggap sebagai plagiarism (misalnya, Indonesia meredeka 17 Agustus 1945; Hari Pendidikan Nasional).

Menerjemahkan Tanpa Referensi
Ketika si A mencari materi dalam bentuk bahasa inggris (asing) atau bahasa daerah (bahasa ibu) lalu untuk mudah dipahami orang, kemudian si A menerjemahkan karya tersebut ke dalam bahasa Indonesia namun tidak menyertakan sumber dari karya tersebut. Hal tersebut akan diangap plagiarisme jika tidak diberi referensi selengkapnya dan ditulis dengan tanda kutip (“....”)

Auto plagiarisme atau self plagiarisme
Auto plagiarisme semisal seseorang membuat artikel tentang EKSPLOITASI DI DALAM KENAKALAN REMAJA PADA INSTANSI PENDIDIKAN, lalu artikel itu dipublikasikan dan sudah mendapat persetujuan dari lembaga/instansi terkait  untuk disebarluaskan, lalu si penulis menulis ulang karya yang dibuatnya itu  sebagai sebuah karya baru untuk memperoleh kredit atau nilai lain.
Salah satu penyebab orang melakukan plagiarisme adalah karena ia memasukkan sebuah kutipan yang diambilnya dari suatu sumber tanpa langsung menuliskan sumbernya. Di kemudian hari, orang tersebut lupa lokasi kutipan tersebut dan akhirnya melakukan plagiat. Untuk itu, memiliki kebiasaan mencatat sumber merupakan sebuah keharusan.
Ingat! karir, reputasi, masa depan dan integritas anda. Catatan plagiarisme anda akan terus terekam. Bahkan gelar anda bisa dicabut jika beberapa tahun kemudian anda kedapatan atau ketahuan melakukan plagiarisme.

===========
Oleh:
ariesrutung95

Esai tentang Profesi Guru - Esai Deskriptif

Setiap orang mempunyai idola atau sosok yang dijadikan inspirasi atau motivator. Salah satunya adalah saya. Saya memiliki seorang idola yang sangat mengagumkan. Kekaguman saya lebih kepada kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh sang idola. Cara mengajar dan penguasaan materi pebelajaran, dan cara menyajikan yang tergolong unik membuat sosok pribadi yang satu ini sangat saya idolakan. Esai deskriptif untuk beliau sebagai seorang guru dengan pengabdian yang luar biasa. Selamat Membaca.....

guruku-idolaku

 
GURU MUNGIL NAN CERDAS


Adalah seorang guru honorer di salah satu instansi pendidikan di Manokwari, tepatnya di Sekolah Menengah Kejuruan 2 Manokwari. Beliau adalah Syah Acbar, guru dengan postur tubuh mungil namun memiliki cara mengajar yang selalu disukai oleh para muridnya. Beliau mengajar pada jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Karena kepintaran dan cara mengajarnya yang unik, oleh ketua jurusan, ia dipercayakan untuk mengajar 6 (enam) mata pelajaran sekaligus, diantaranya Pemrograman Web, Administrasi Server, Pemrograman Dasar, Jaringan Dasar, Troubleshooting Jaringan, dan Sistem Operasi Jaringan.

Beliau mengajar selalu bersamaan dengan praktikum. Karena menurutnya teori hanya sebagai pendukung. Kemahiran sesungguhnya ada pada praktikum yang akan di hadapi oleh siswanya bukan hanya saat melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) namun juga implementasi sesungguhnya di dunia kerja. Setiap kali beliau mengajar, ia memberikan kesempatan kepada siswanya untuk membuat daftar pertanyaan lalu kemudian dari pertanyaan-pertanyaan yang ada, dijelaskannya satu per satu sambil dipraktikkan. Hal ini yang kemudian membuat para siswanya lebih mudah memahami materi yang diajarnya sekalipun sebelumnya oleh para siswanya memandang materi yang akan didapat hari itu sukar dipahami.

Meski digaji dengan bayaran yang kurang mensejahterakan dan posisi beliau sebagai guru honorer, namun kegigihan usahanya dalam mengajar sangat melebihi mereka yang digaji selangit. Beliau sangat menguasai betul bidang yang diajarnya, ia pandai memilih bahan pelajaran, dan juga pintar dalam cara menyajikan materi yang ada di hadapan anak didiknya. Beliau mengaku bahwa kemampuan yang dimilikinya itu didapat secara otodidak. Bahkan, youtube dijadikan sebagai gurunya dalam belajar. Tak jarang ia dipercayakan oleh banyak orang mengerjakan pekerjaan sesuai bidangnya itu, seperti pemasangan jaringan komputer, perawatan dan perbaikan jaringan/komputer, desain web, pembuatan aplikasi android (salah satunya adalah pembuatan aplikasi portal berita untuk surat kabar Cahaya Papua yang bisa diakses melalui android), bahkan ia menjadi satu-satunya guru yang mampu dengan cepat menguasai materi simulasi ketika tim simulator dari jakarta datang mensosialisasikan penggunakan Ujian Berbasis Komputer (UBK/CBT) yang diadakan pertama kali di Sekolah Menengah Kejuruan 2 Manokwari.

Ia sangat berjasa dalam kemajuan mutu jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan 2 Manokwari atau yang biasa dikenal dengan sebutan STM, yang konon kabarnya hampir ditutup karena kekurangan tenaga pengajar. Namun karena kemampuannya yang dikenal baik oleh kepala sekolah, ketika ia hendak menamatkan diri dari sekolah ini, ia direkrut oleh sekolah untuk membantu mengajar di jurusan TKJ. Ia mengajar disesuaikan dengan jadwal kuliahnya ketika itu. Hingga sekarang ia masih bertahan dengan posisi sebagai guru honorer dan administrator jaringan. Keberhasilannya dalam mengajar terlihat pada prestasi yang diperoleh oleh anak didiknya dalam beberapa kompetisi seperti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang IT Networking Support se-SMK di Provinsi Papua Barat tahun 2015 dan 2016 memperoleh juara 3 (tiga) dan 2017 mendapat juara 2 (dua) dari 6 (enam) peserta lainnya dari berbagai sekolah, dan keberhasilan beberapa siswanya dalam Ujian Kompetensi Kejuruan - Teknik Komputer & Jaringan dengan perolehan waktu tercepat dan berhasil dalam mendesain dan membangun jaringan (90 menit dari 240 menit waktu yang disediakan oleh pengawas). Bukan hanya anak didiknya, beliau sendiri mendapat banyak prestasi yang disematkan dalam bentuk sertifikat dan piagam penghargaan.

Hal yang sering membuatnya minder dalam mengajar dan mendidik adalah masalah kualifikasi profesi. Beliau sering direndahkan karena gelarnya masih Ahli Madia (A.Md) yang meskipun harus diakui secara kualitas beliau lebih, dari gelar yang ada dan lebih unggul dari mereka yang menyandang gelar sarjana dan berpangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS). Beliau juga menjadi dosen pembantu di Jurusan Informatika pada Universitas Papua dan program sarjana luar domisili Politeknik Negeri Ujungpandang yang berlokasi di STM. Ia dipandang belum layak untuk mengajar calon sarjana pada Perguruan Tinggi terkait. Ia sering kalah ketika gelar dijadikan barometer utama dalam mengajar mahasiswa. Namun di lain sisi, beliau sangat dibutuhkan sebagai tenaga pendidik dan pengajar bukan hanya di sekolah tapi juga Perguruan Tinggi yang buktinya hingga sekarang ia masih melakoni profesi tersebut.

Postur tubuh yang kecil tidak menjadi masalah baginya dalam berkreasi. Beliau memiliki wadah penyalur kreativitasnya di dunia maya yaitu blog dengan alamat www.belajarmengajar.esy.es. Di antara anak-anak didiknya, beliau terlihat seperti bukan seorang guru. Yang membedakannya adalah pakaian yang dipakainya. Keakrabannya dengan peserta didik menjadikan beliau sosok yang mudah dikenal dan inspiratif. Ilmu pengetahuan yang dimilikinya seakan tidak pernah habis. Bagaimana tidak, ia seolah-olah tahu segalanya yang berhubungan dengan jaringan dan komputer, mulai dari merancang, membangun, menjaga dan merawat sistem jaringan dan komputer yang ada. Sungguh sosok seorang guru yang memotivasi dan mengispirasi.


Demikian esai deskriptif penulis yang menceritakan guru yang menginspirasi dan memotivasi. Salam sukses terus idolaku. Jangan pernah menyerah dan jangan pernah bosan dengan ilmu pengetahuan.

Proses Pembentukan Fonem Konsonan oleh Alat Ucap

Proses pembentukan konsonan merupakan cara bagaimana artikulator dan titik artikulasi (artikulator pasif dan artikulator aktif) saling berhubungan sehingga menghasilkan fonem-fonem konsonan. Sebelum kita lanjut ke pembahasan berikutnya, mari terlebih dahulu kita mengenal apa itu artikulator dan titik artikulasi.

Artikulator
Artikulator ialah alat-alat bicara manusia yang dapat bergerak secara leluasa dan dapat menyentuh bagian-bagian alat ucap yang lain (titik artikulasi) serta dapat membentuk bermacam-macam posisi. Alat ucap seperti ini terletak di bagian bawah atau rahang bawah.
Alat-alat ucap yang termasuk artikulator antara lain, bibir bawah (labium); gigi bawah (dentum); ujung lidah (apeks); depan lidah (front of the tongue); tengah lidah (lamino); belakang lidah (dorsum); dan akar lidah.

Titik Artikulasi
Titik artikulasi ialah alat-alat bicara manusia yang menjadi pusat sentuhan dan bersifat statis. Alat-alat ini terdapat pada rahang atas. Alat-alat ucap yang termasuk pada bagian ini antara lain, bibir atas (labium); gigi atas (dentum); lengkung kaki gigi atas (alveolum); langut-langit keras (palatum); langit-langit lunak (velum); dan anak tekak (uvula).

Alat-alat Ucap Lain
Alat-alat lain yang dimaksudkan ialah alat bicara selain artikulator dan titik artikulasi yang dapat menunjang proses terjadinya bunyi bahasa. Yang termasuk alat-alat lain antara lain, hidung (nose); rongga hidung (nasal cavity); rongga mulut (oral cavvity); pangkal kerongkongan (faring); katup jakun (epiglotis); pita suara; pangkal tenggorokan (laring); batang tenggorokan (trachea); paru-paru; sekat rongga dada (diafragma); saraf diafragma; selaput rongga dada (pleural cavity); dan bronchus.

Proses pembentukan konsonan berdasarkan Daerah Artikulasi, antara lain:
  1. Konsonan bilabial, yaitu konsonan yang dibentuk oleh pertemuan antara kedua belah bibir baik sebagai artikulator dan titik artikulasi. Fonem konsonan yang termasuk dalam kategori ini adalah dihasilkan ialah p, b, m, dan w.
  2. Konsonan lobiodental, yaitu konsonan yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas sebagai titik artikulasi dan bibir bawah sebagai articulator, contohnya adalah fonem konsonan f dan v.
  3. Konsonan apiko-dental, yaitu konsonan yang dihasilkan dengan ujung lidah yang bertindak sebagai artikulator dan daerah antar gigi sebagai titik artikulasi, seperti fonem konsonan t, d, dan n.
  4. Konsonan apiko-alveolar, yaitu konsonan yang dihasilkan oleh ujung lidah sebagai artikulator dan langit-langit keras sebagai titik artikulasi. Fonem konsonan yang termasuk dalam jenis konsonan apiko-alveolar adalah s, z, r,  dan l.
  5. Konsonan palatal atau lamino-palatal, yaitu konsonan yang dihasilkan oleh bagian tengah lidah sebagai artikulator dan langit-langit keras sebagai titik artikulasi, fonem yang termasuk dalam jenis ini adalah c, j, dan y.
  6. Konsonan velar atau dorso-velar, yaitu konsonan yang dihasilkan oleh belakang lidah sebagai artikulator dang langit-langit lembut sebagai artikulasi. Fonem konsonan yang masuk dalam jenis ini adalah k, g, dan x.
  7. Konsonan glotal atau hamzah, yaitu konsonan yang dihasilkan dengan posisi pita suara sama sekali merapat sehingga menutup glottis.
  8. Konsonan laringal, yaitu konsonan yang dihasilkan dengan pita suara terbuka terbuka lebar sehingga udara uang keluar digesekkan melalui glottis. Yang masuk dalam jenis fonem konsonan laringal adalah fonem konsonan h.
==========
Oleh:
ariesrutung95

Belajar dan Pembelajaran

belajar-dan-pembelajaran
Salam jumpa kembali sahabat! Kali ini saya ingin membagikan beberapa soal kuis mata kuliah belajar dan pembelajaran beserta jawabannya.
  1. Jelaskan definisi belajar dan pembelajaran menurut pendapat saudara!
  2. Sebut dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan pengertian belajar sesuai yang saudara ketahui!
  3. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar yang saudara ketahui!
  4. Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan anak malas belajar sesuai yang saudara ketahui!
  5. Jelaskan pengertian aspek afektif, kognitif, dan psikomotor menurut pendapat saudara!
Jawab : 

Definisi belajar dan pembelajaran:
  1. Belajar adalah sebuah aktivitas sadar yang dilakukan oleh sesorang atau sekelompok orang dalam ruang tertentu untuk meningkatkan mutu dirinya baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.
  2. Pembelajaran adalah suatu proses atau cara baik terstruktur maupun tidak terstruktur yang dilangsungkan dalam ruang dan waktu yang telah ditentukan, serta terdapat objek dan subjek di dalamnya.
 Faktor yang mempengaruhi  perbedaan pengetian belajar, antara lain:
  1. Terjadi perbedaan dalam mengidentifikasi fakta, yaitu peneliti melakukan penelitian pada objek yang berbeda dengan kondisi dan keadaan yang berbeda. Misalnya ketika mengidentifikasi cara belajar yang dilakukan oleh warga di pedalaman papua dan pulau jawa. Secara geografis, kedaan keduan wilayah ini berbeda. Sudah pasti orang di dalamnya juga akan berbeda.
  2. Perbedaan dalam menjelaskan fakta yang diperoleh. Hal ini terjadi karena jumlah fakta yang ditemukan berbeda-beda antara objek penelitian yang satu dan objek  penelitian lainnya. Sehingga tentu saja dapat membedakan tafsiran dari para peneliti.
  3. Perbedaan penekanan pada aspek tertentu. Banyak peneliti yang mengartikan pengertian belajar dilihat dari kebiasaan atau adat suatu masyarakat yang dijadikan sampel atau sesuai dengan keadaan alam suatu wilayah. Jadi, lebih menekannkan pada aspek yang menonjol atau menjadi ikon masyarakat tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar:
  1. Dari peserta didik sendiri, seperti minat, tingkat kecerdasan, motivasi, dan keyakinan.
  2. Pengajar, seperti kemampuan pedagogik, kulaifikasi pendidikan, dan kesejahteraan.
  3. Komunikasi, komunikasi antara pendidik dengan oeserta didik, sesama peserta didik, dan peserta didik, pendidik dan lingkungannya.
  4. Sarana dan prasarana, seperti buku, perpustakaan, tempat belajar, dan alat praktek.
  5. Kerangka dasar pelaksanaan kegiatan belajar (kurikulum)
Faktor-faktor yang menyebabkan anak malas belajar:
  1. Tidak mempunyai kebiasaan belajar yang teratur
  2. Catatan tidak lengkap
  3. Sering bolos
  4. Tidak mengerjdakan tugas atau pekerjaan rumah
  5. Teman sebaya yang kebetulan berkarakter malas juga, sehingga ikut-ikutan
Pengertian aspek afektif, kognitif, dan psikomotor:
  1. Afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai yang didalamnya terdapat watak atau perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi dan nilai. Ranah afektif mencakup hal seperti menerima dan memperhatikan, menanggapi, mengatur, dan/atau mengorganisasikan.
  2. Kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak) yang didalamnya terdapat pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, dan penghargaan atau penilaian/evaluasi. Aspek kognitif mengacu pada kemampuan berpikir yang lebih sederhana sampai pada kemampuan memecahkan masalah.
  3. Psikomotor. Ranah ini berkaitan dengan keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak setelah menerima dan mengenyam penagalaman belajar tertentu. Aspek psikomotorik ini dapat dilihat atau diamati langsung dilapangan. 

Tugas mata kuliah Morfologi - Beberapa istilah dalam Morfologi

morfologi-BI
Selamat berjumpa kembali sahabat, kali ini saya mau membagikan kepada kalian beberapa istilah dalam duni Morfologi (Linguistik) yang kebetulan ditugaskan oleh dosen saya sebagai ilmu tambahan. Silahkan dibaca artikelnya, atau dibagikan jika bermanfaat. Terima kasih.

Pertanyaan:
1.    Jelaskan apa itu morfologi!
2.    Jelaskan apa itu morfem!
3.    Jelaskan apa itu afiksasi!
4.    Jelaskan apa itu afiksasi!
5.    Jelaskan apa itu derivasi!

Jawaban:
  1. Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal (tata bahasa). Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dapat kita katakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.
  2. Morfem adalah satuan tata bahasa terkecil yang dapat membedakan makna dan atau mempunyai makna. Wujud morfem dapat berupa imbuhan, klitika, partikel dan kata dasar (misalnya –an, -lah, -kah, bawa). Sebagai kesatuan pembeda makna, semua contoh wujud morfem tersebut merupakan bentuk terkecil dalam arti tidak dapat lagi dibagi menjadi kesatuan bentuk yang lebih kecil.
    Untuk membuktikan morfem sebagai pembeda makna dapat kita lakukan dengan menghubungkan morfem itu dengan kata mempunyai makna/arti leksikal. Jika penghubungan itu menghasilkan makna baru, berarti unsur yang digabungkan dengan kata dasar itu adalah morfem. Contoh: morfem –an, di-, me-, ter, -lah jika digabungkan dengan kata makan, dapat membentuk kata-kata baru; makaan, dimakan, memakan, termakan, makanlah, kata-kata itu mempunyai makna baru dan berbeda dengan kata makan.
  3. Reduplikasi adalah proses pengulangan kata atau unsur kata. Reduplikasi juga merupakan proses penurunan kata dengan perulangan utuh maupun sebagian. Contohnya adalah "anjing-anjing", "lelaki", "sayur-mayur" dan sebagainya.
  4. Afiksasi adalah proses pembentukan kata dengan menambahkan afiks (imbuhan) pada bentuk dasar, baik bentuk dasar tunggal maupun kompleks. Misalnya mengimbuhahkan ber- pada bentuk dasar komunikasi menjadi berkomunikasi, buat menjadi berbuat, tanggungjawab menjadi bertanggungjawab, bekas menjadi berbekas. Pengimbungan meN- pada bentuk dasar coba menjadi mencoba, adu menjadi mengadu.
    Afiksasi merupakan unsur yang ditempelkan dalam pembentukan kata dan dalam linguistik afiksasi bukan merupakan pokok kata melainkan pembentukan pokok kata yang baru. Sehingga para ahli bahasa merumuskan bahwa, afiks merupakan bentuk terikat yang dapat ditambahkan pada awal, akhir maupun tengah kata.
  5. Derivasi (derivational) adalah proses imbuhan terhadap suatu suku kata yang berakibat mengubah kelas kata tersebut, misalnya imbuhan pada kata “sing” menjadi “singer”. Sing adalah kata kerja yang berarti menyanyi, ketika mendapatkan imbuhan “er” maka berubah menjadi kata benda “singer” yang berarti penyanyi. Derivasi dapat mengakibatkan perubahan kelas kata dan makna dari kata yang mendapatkan imbuhan derivasi. Di dalam bahasa Indonesia kita bisa menjumpai misalnya kata “pukul” menjadi “pemukul” dan "pemukulan". Kata “pukul” yang merupakan kata kerja, berubah menjadi kata benda ketika mendapat imbuhan “pe-” menjadi “pemukul” dan imbuhan "pe-an" menjadi "pemukulan.

Itu tadi beberapa istlah yang terdapat dalam Morfologi (Linguistik). Silahkan dishare sahabat....

Baca Juga : Morfologi Bahasa Indonesia - First Meeting

Kedudukan Kritik Sastra dalam Studi Ilmu Sastra



Kritik sastra adalah bidang studi sastra yang membicarakan karya sastra secara langsung dengan cara menganalisis, menginterpretasi, dan menilai karya sastra. Kritik sastra berperan dalam memberikan masukan bagi para sastrawan terkait karya sastra yang dihasilkan di masa yang akan datang. Dengan adanya kritik sastra, para sastrawan akan dengan mudah merekonstruksi karya sastra yang dihasilkan dan dengan mudah pula mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman. Orang yang memberikan kritik terhadap kaarya sastra biasa dikenal sebagai kritikus sastra. Kedudukan seorang kritikus sastra yang bergerak dalam kritik sastra sangat penting. Ketepatan pendapatnya tentang karya-karya sastra akan membantu memajukan teori dan sejarah sastra. Atau bahkan mungkin karena pendapatnya yang serba baru, yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, tidak mustahil melahirkan suatu teori baru tentang sastra dan penyusunan baru sejarah sastra.

Dengan demikian, kritik sastra (tulisan kritikus sastra) menempati kedudukan yang penting untuk memajukan ilmu sastra, terutama teori sastra dan sejarah sastra. Kritik sastra dapat menjadi masukan bagi penyusunan sejarah dan teori sastra. Teori sastra dapat menjadi patokan bagi pelaksanaan sejarah sastra dan kritik sastra. Sejarah sastra dapat menjadi pegangan bagi pelaksanaan kritik sastra dan hasilnya dapat menjadi masukan bagi teori sastra. Ketiga bidang tersebut berhubungan secara timbal balik. Selain itu, masing-masing bidang studi tidak dapat berdiri sendiri dan tidak dapat dipisahkan. Sejarah sastra tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik tanpa memperoleh bantuan teori sastra. Misalnya, penggolongan ke dalam periode atau angkatan tidak dapat dilakukan tanpa pengetahuan tentang teori gaya bahasa, latar belakang, struktur, aliran, dan sebagainya. Teori sastra tidak dapat menyusun suatu teori tentang teknik cerita yang baik, teori tentang gaya bahasa yang baik, tanpa bantuan suatu kritik sastra atas karya-karya sastra. Begitu pula sejarah sastra, akan sia-sia menyusun periodisasi atau aliran sastra tanpa bantuan kritik sastra.

Baca Juga:
Kritik Sastra dalam studi Ilmu Sastra

Cara Menyembunyikan Folder Tanpa Aplikasi


Selamat ber-apa saja, buat sahabat-sahabat blogger... kali ini saya akan membagikan cara MENYEMBUNYIKAN FOLDER PADA KOMPUTER TANPA APLIKASI. Tanpa Aplikasi? itulah berita baiknya..... Bagi sahabat yang mempunyai data penting di laptop dan hendak melindunginya supaya tidak diketahui oleh orang lain atau diambil, ada baiknya menerapkan tutorial ini.
  1. Langkah pertama yang harus sobat lakukan adalah membuka menu run, caranya tekan tombol Windows lalu tahan diikuti oleh huruf R atau tekan tombol start kemudian ketik RUN lalu Enter di keyboard. Maka akan muncul gambar seperti berikut ini.
    Gambar 2. Jendela run
  2. Kemudian ketikan cmd pada kotak open lalu tekan enter. Sehingga akan muncul gambar seperti berikut.
    Gambar 3. Jendela cmd
  3. Dalam kasus ini saya akan menyembunyikan sebuah folder di dalam direktori D, bernama HACKER, silahkan sobat menyesuaikan sendiri dengan folder yang mau di sembunyikan.
    Gambar 4. Jendela list folder
  4. Kemudian pada jendela cmd tadi kita ketikkan perintah attrib +s +h d:\HACKER lalu tekan enter. Lihat gambar berikut!
    Gambar 5. Script untuk hide folder
  5. Atau bisa juga langsung ketikkan perintah diatas pada jendela RUN tadi seperti pada gambar berikut lalu OK atau Enter.
    Gambar 6. Scrip dijalankan dari run
  6. Ketika sobat membuka kembali drive D, maka folder yang bernama HACKER tadi sudah hilang atau tidak ada, sudah disembunyikan. Lihat gambar berikut!
    Gambar 7. Folder hilang
  7. Loh....kok hilang? Terus bagaimana saya mau melihat data saya lagi? Itukan folder penting?.... hehehehehe.... tidak usah khwatir, tenang saja sobat... cara untuk mengembalikan folder tersebut adalah, buka kembali cmd, lalu ubah tanda + (plus)pada perintah tadi dan digantikan dengan (minus). Lihat gambar berikut!
    Gambar 8. Scrip unhide folder
  8. Atau sama seperti pada langkah 5, dengan menggantikan tanda + (plus) diganti dengan – (minus) juga dan kemudian tekan OK atau Enter. Look at the picture bellow!
    Gambar 9. Scrip dijalankan dari run
  9. Buka kembali drive D, daaaaaaaaaaaaaaaaan creekkkk..wkwkwkwkw... foldernya kembali sobat. Lihat gambar berikut!
    Gambar 10. Folder muncul lagi
  10. Ada juga cara lain yang saya gunakan agar folder yang kita sembunyikan tadi masih bisa diakses tanpa harus kembali ke command prompt (cmd) dengan mengetikan ulang perintah yang agak ribet itu. Caranya adalah ketikan nama folder yang tadi disembunyikan pada jendela Windows Explorer, tepatnya seperti pada gambar berikut ini!
    Gambar 11. Alternatif lain untuk mengakses folder
  11. Setelah mengetikan nama folder tersebut lalu tekan enter, maka isi folder HACKER tersebut adalah seperti berikut ini!
    Gambar 12. Isi dari folder
OK, sahabat Anak Pantai, itu tadi langkah-langkah bagaimana Cara Menyembunyikan Folder Tanpa Aplikasi di Komputer atau Laptop sahabat. Jangan lupa dishare jika bermanfaat dan dikomentari jika kurang mengerti.... 

Terima Kasih, Selamat Mencoba...

===========
Oleh:
ariesrutung95

Cara mudah mengambil file yang tidak bisa dikopi dari browser


Mungkin sahabat pernah mengalamai kejadian seperti ini. Ketika sedang mencari jawaban tugas di internet. Jawaban sudah ditemukan, namun isi dari materi yang sahabat cari tersebut ternyata tidak bisa dicopy-pastekan, ditandai dengan pesan error biasanya (Bila anda mau copas, silahkan hubungi admin di contact us). Welehhhhhhh.... kok malah dibikin ribet sih om..... Padahal, jawaban yang menurut sahabat sudah sempurna atau lengkap ada di artikel tersebut. Kasihan kan? Tidak tersampaikan aktivitas plagiarismenya....... hhhhhhhhhhhhhhh

Tidak usah khwatir, kali ini saya bagikan tips agar masalah diatas bisa dipecahkan. Cukup mudah kok. Perlu diingat! Saya tidak bermaksud untuk mengajarkan cara membajak karya orang loh yah? Ini semata-mata dilakukan untuk keperluan pendidikan (hehehe). OK? Berikut langkah-langkahnya:
  1. Buka artikel yang tidak bisa dicopy-paste tersebut.
  2. Klik menu File pada Browser (Firefox), (jika menu filenya tidak ada, tekan tombol alter (ALT) di keyboard) sehingga akan muncul menu pada browser kalian. Klik pada menu file lalu pilih Save Page As. Lihat gambar berikut sebagai Contoh!
  3. Akan muncul kotak dialog Save as lalu klik OK untuk menyimpan file. File yang disimpan akan secara otomatis berekstensi atau bertipe Web page, (FireFox HTML Document).  Lihat gambar berikut!
  4. Langkah selanjutnya, cari file yang baru kita simpan tadi. Setelah itu, buka file menggunakan MS. Office Word. Caranya, klik kanan pada file (biasanya file ini secara otomatis bergambar browser yang kalian pakai) lalu pilih Open With, pilih Microsoft Office Word sesuai dengan yang sahabat pakai (dalam tutorial ini, saya menggunakan Word 2016) . Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini :
  5. Kemudian, edit file yang sudah terbuka dalam bentuk Word hingga rapi atau sesuai keinginan sahabat.
  6. Setelah selesai mengedit, langkah selanjutnya adalah menyimpan ulang file tersebut dengan cara menekan tombol F12 di keyboard atau melalui menu file terus pilih Save as. Jangan lupa pada pada colom save as type-nya diubah menjadi Word 97-2003 document atau Word Document. Lihat gambar sebagai contoh!
  7. Jika pesan seperti berikut ini muncul, klik Continue.

Selesaiiiii..... Sekarang isi dari artikel tersebut sudah bisa sahabat copykan ke dokumen tugas milik sahabat.

Sahabat Anak Pantai, itu tadi cara mengambil file yang tidak bisa dicopy di browser. Bagaimana? Gampang kan?

Selamat mencoba, semoga berhasil....


Baca Juga :
Cara Membuat Daftar Isi di Microsoft Office Word
Mencegah Terjadinya Spasi Berantakan di Ms. Office Word

=========
Oleh:
ariesrutung95

Cara Membuat Daftar Isi di Microsoft Office Word


Daftar-Isi
Selamat berjumpa kembali dalam artikel ini sahabat yang tidak bosan dengan ilmu pengetahuan. Kembali lagi saya Anak Pantai membagikan tutorial Cara Membuat daftar isi di Microsoft Office Word. Mungkin sahabat adalah seorang pelajar/mahasiswa yang seringkali diberikan tugas membuat makalah. Setiap makalah pasti tidak akan terlepas  dari masalah membuat daftar isi supaya rapi, titik-titiknya beraturan dan penomorannya tidak berantakan. Nah, yang saya mau tanyakan ke sahabat semua, bagaimana cara kalian membuat daftar isi tersebut? Menggunakan titik-titik manual? atau memanfaatkan fasilitas rule?

Saran saya, gunakan cara yang mudah, cepat, dan dijamin kerapiannya. Jika itu pilihan sahabat, maka sahabat tidak salah artikel karena disini saya membagikan tutorial tentang apa yang sahabat pilih itu.

Berikut adalah langkah-langkah membuat daftar isi yang saya racik dengan bahasa yang sangat mudah dipahami juga dengan gambar yang sangat jelas, membantu bro and sis agar lebih mudah memahami langkah demi langkah tutorial ini.....
  1. Buka Ms. Office yang yang bro and sis miliki.
  2. Kemudian pastikan pada dokumen baru yang terbuka, sub menu rulenya sudah aktif. Kalau belum, caranya adalah klik menu view lalu beri centang pada rule yang terdapat di submenu show. Sehingga akan seperti gambar berikut ini:
    Gambar 2. Mengaktifkan rule
  3. Lalu pada lembar kerja baru tersebut, ketiklah seperti pada gambar berikut!
    Gambar 3. Membuat format awal
  4. Jika sudah seperti gambar diatas, jangan lupa letakan pointer di akhir kata JUDUL lalu perhatikan tanda yang seperti huruf L di pojok kiri atas. Pastikan posisinya sama persis dengan huruf L, lalu klik di sembarang tempat di rule yang ada angkanya hingga muncul tanda seperti huruf L lalu drag atau geserkan tanda tersebut sampai di awal kata Halaman. Lihat fambar berikut:
    Gambar 4. Menambahkan ruler jenis 1
  5. Jika sudah selesai, ubah lagi tanda yang seperti huruf L di pojok kiri atas tadi dengan cara klik pada tanda tersebut hingga tandanya berubah menjadi huruf L terbalik, (biasanya 2 kali klik baru tanda L terbaliknya muncul). Intinya muncul tanda L terbalik. Lalu langkah selanjutnya sama seperti pada poin 4 tadi yaitu klik disembarang tempat di rule yang ada angkanya hingga muncul tanda seperti huruf L terbalik lalu geser tanda tersebut sampai di huruf akhir kata Halaman. Lihat gambar berikut:
    Gambar 5. Menambahkan ruler jenis 2
  6. Pertanyaannya, mengapa tidak pakai saja tanda yang sama, L semua atau L terbalik semua? Jawabanya adalah ketika bro and sis hendak memberikan penomoran hingga angka ratusan dengan posisi rule seperti huruf L, maka secara otomatis penambahan satu karater baru pergerakannya ke sebelah kanan sehingga mengacaukan tampilan daftar isi yang bro and sis buat alias jjeeellleeekk. Tapi kalau misalkan tandanya diubah menjadi L terbalik, berapapun jumlah angka penomorannya pasti penambahan karakternya bergerak ke sebelah kiri sehingga posisi margin sebelah kanan akan tetap rapi.
  7. OK..? Back to the laptop! Kemudian setelah pemberian tanda L dan L terbaliknya selesai, langkah selanjutnya adalah klik kanan 2 kali pada salah satu tanda tersebut, entah L atau L terbalik, terserah bro and sis sehingga muncul kotak dialog seperti di bawah ini. Pada tab alignment pilih right atau kanan karena pergerakan tandanya nanti ke arah kanan dan tab leader pilih nomor 2 yaitu tanda titik (lazimnya orang-orang menggunakan tanda titik ). Jika sudah selesai klik set diakhiri OK.
    Gambar 6. Pengaturan tab
  8. Secara otomatis pointer yang tadi kita letakkan di akhir kata JUDUL akan aktif. Selanjutnya tekan tombol Tabulasi atau Tab dari keyboard bro and sis, maka secara otomatis pula tanda titik akan muncul, tekan tombol tab sekali lagi dan beri penomoran lalu enter untuk daftar isi selanjunya. Coba ketik 3 digit angka misal 123 pada penomoran, maka pergeseran angkanya pasti ke kiri, tidak ke kanan. Hasilnya adalah seperti gambar berikut.
    Gambar 7. Hasil

Itu tadi cara membut daftar isi yang sering saya gunakan. Ada juga cara lain membuat dafta isi yang menggunakan sistem heading.... heading 1 untuk bab, heading 2 untuk judul, heading 3 untuk sub judul.... dan seterusnya.... Bedanya dengan cara seperti yang saya buat dan cara menggunakann heading adalah, bro and sis bisa langsung menuju ke halaman tertentu ketika pada daftar isi, kita menekan salah satu judulnya. Misalnya kita akan pergi eehhhhh kok pergi maksudnya menuju halaman kata pengantar, dengan mengklik kata pengantar maka kita akan dibawa ke halaman kata pengantar tanpa harus menggulung halaman satu per satu. Kemudian ketika kita melakukan editing pada halaman tertentu misalnya pada halaman Kata Pengantar sehingga penomorannya berubah, maka pada sistem heading ini, perubahan tersebut akan secara otomatis di konfirmasi ke daftar isi bahwasannya penomoran halaman pada Kata Pengantar sudah diubah maka dengan sendirinya halaman pada daftar isi pun ikut berubah. Akan tetapi, meskipun sistem headinng memiliki kelebihan seperti yang sudah saya jelaskan tadi, saya lebih suka dengan cara yang biasa karena dari segi tampilannya sangat rapi, dan antara titik dan penomoran ada jaraknya, serta antara setiap judul, Line and Paragraph Spacing bisa kita ubah  sedangkan pada sistem heading tidak seperti itu.


Nah, gimana makalahnya, sudah rapi kan? OK, sahabat, sekian dari saya, semoga bisa menambah ilmu dan membantu bro and sis dalam mengatasi permasalahan membuat daftar isi. Selamat mencoba semoga berhasil.

Baca juga : Cara Mencegah Spasi Berantakan di Microsoft Office Word

=========
Oleh:
ariesrutung95


Mencegah Terjadinya Spasi Berantakan di Ms. Office Word


Microsoft Office Word
Microsoft Office Word
Hai sahabat Anak Pantai,  jumpa lagi dengan saya di tutorial baru saya yaitu “Cara Mencegah Spasi Berantakan di Microsoft Word”. Mungkin sahabat pernah mengalami kejadian yang sama seperti yang saya alami ini.

Ketika hendak mencetak tugas yang saya kerjakan dalam bentuk Microsoft Office Word di tempat foto copy-an, eehhh... yang ada malah tugas yang saya buat (tulisannya) tidak ada spasinya (tulisannya sambung tanpa putus). Setelah diperiksa, ternyata  versi Office yang saya pakai dengan yang dipakai oleh tukang cetak di tempat foto copy-an tidak sama. Saya menggunakan Ms. Office Word 2010, sedangkan mereka menggunakan Ms. Office Word 2007. Waktu itu saya benar-benar bingung, bagaimana mengatasinya. Saya tidak pernah berpikir bahwa perbedaan versi Microsoft Office Word dapat mempengaruhi isi dari sebuah file Word, salah satunya adalah kasus tadi. Padahal tugasnya lebih dari lima halaman loh sahabat. Setelah mencari cara dibeberapa sumber, akhirnya saya menemukan setidaknya 3 cara untuk mencegah terjadinya spasi berantakan di Ms. Office Word. Memang ada beberapa versi tertentu yang cocok ketika digunakan.

Dari permasalahan diatas, Saya membagikan tutorial ini lebih kepada “mencegah, bukan mengatasi”, artinya sebelum tulisan atau tugas atau sejenisnya yang sahabat buat/kerjakan itu mengalami kerusakan (spasi berantakan). Bukankah mencegah lebih baik daripada memperbaiki? Cara berikut sudah saya coba dan 100% work. Silahkan disimak langkah-langkahnya : 
  • Simpan file dengan tipe Word 97-2003 Document
    Ketika sahabat aka menyimpan file hasil ketikkan, pada kotak dialog Save as pilih Save as type dengan pilihan Word 97-2003 Document. Kenapa demikian? Karena format tersebut mendukung semua versi Office. Jadi ketika filenya dibuka di Microsoft office word yang berbeda versi dengan yang sahabat miliki, maka secara otomatis akan disesuaikan. Caranya kurang lebih seperti pada gambar di bawah ini:
    Atau sahabat bisa langsung setting save as type word 97-2003-nya menjadi default. Artinya ketika file baru hendak disimpan, maka akan secara otomatis tersimpan dengan format atau tipe word 97-2003 Document. Jadi tidak perlu dipilih lagi. Caranya adalah sebagai berikut.Klik menu File lalu pilih options atau word options sehingga muncul jendela word options. Klik pada sub menu save, lalu perhatikan di bagian kanan terdapat tulisan save documents, save file in this format menjadi word 97-2003 Document (*.doc), lalu klik OK. Lihat Gambar sebagai contoh
  • Instalkan Aplikasi “The 2007 Microsoft suite Service Pack 3 (SP3).
    Cara kedua ini adalah cara yang sedikit rumit karena harus mendownload Aplikasi yang dibutuhkan. Klik DI SINI untuk mengunduhnya. Akan secara otomatis terdownload 3 file (FileFormatConverters, DefaulPack, dan Office2007SP3-kb.... Setelah file-file tersebut selesai didownload, silahkan diinstall. Cara menginstalnya tidak terlalu sulit. Cukup klik next hingga selesai. Setelah terinstal, maka secara otomatis aplikasi tersebut berjalan di versi word yang kita miliki saat ini.
     
    • Check Compatibility versi Word yang sahabat pakai.
      Cara tersebut dilakukan agar setiap file yang diedit menggunakan computer dengan versi Ms. Word yang kita miliki dapat scara otomatis memeriksa kesesuaian type filenya. Cara mengaturnya adalah sbagai berikut: Klik File kemudian klik info lalu pilih Prepare for Sharing (Check for Issues)kemudian Check Compatibility lalu akan muncul kotak dialog Microsoft Compatibility Checker. Kemudian centang pada pilihan Check Compatibility when saving documents lalu klik OK. Lihat Gambar untuk lebih jelasnya.

     

    Nah... Sekarang sahabat tidak perlu takut dan khwatir lagi, jika melakukan cara di atas dengan benar.

    Mungkin itu beberapa cara yang bisa saya bagikan terkait mencegah spasi berantakan di Microsoft Word. Silahkan dikomentari jika kurang paham, atau dibagikan jika bermanfaat. Selamat mencoba semoga bermanfaat…..

    Baca Juga : Cara membuat daftar isi di Microsoft Office Word 

    =========
    Oleh:
    ariesrutung95

    Morfologi Bahasa Indonesia - First Meeting

    Mata kuliah Morfologi adalah mata kuliah wajib/keahlian di program studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Dalam mata kuliah ini, kita akan membahas mengenai pengertian morfologi, proses morfologis, pengertian kata, Batasan dan kedudukan morfologi, Prinsip identifikasi morfem, Klasifikasi morfem, Proses morfologis, Proses afiksas, Proses reduplikasi dan lain sebagainya. Sebelum jauh membahas yang lebih kompleks tentang morfologi, kali ini saya ingin membagikan kepada kalian beberapa soal yang terkait dengan mata kuliah morfologi yang kebetulan ditugaskan oleh dosen mata kuliah ini kepada saya..... heheheheheehe...


    Soalnya seperti di bawah ini sahabat:
    1. Jelaskan minimal 5 teori tentang morfologi!
    2. Jelaskan hubungan morfologi dengan cabang ilmu yang lain!
    3. Jelaskan teori tentang "kata" menurut para ahli!
    4. Jelaskan pengertian prefiks, sufiks, infiks dan berikan contohnya masing-masing!

    Dari Soal di atas, saya menemukan banyak jawaban baik di internet (lebih banyak) maupun dari buku. Namun untuk kali ini saya hanya mengambil beberapa dari jawaban yang saya temukan tersebut. Berikut adalah jawabannya, silahkan disimak atau dicopy atau dishare :

    Teori tentang morfologi:
    1. Menurut Mulyana (2007:5)
    2. Morfologi adalah istilah yang diturunkan dari bahasa inggris “morphology” yang artinya “Ilmu bentuk kata”. Dengan demikian menurutnya, morfologi adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang susunan atau bagian-bagian kata secara gramtikal.
    3. Menurut Verhaar (1996:97)
    4. Morfologi adalah cabang lingusitik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal.
    5. Menurut Samsuri (1998:5)
    6. Morfologi adalah cabang linguistik yang mempelajari struktur dan bentuk-bentuk kata.
    7. Menurut Kridalaksana (1984:129)
    8. Morfologi adalah (1) bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya; (2) bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata, yaitu morfem.
    9. Menurut Ramlan
    10. Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata terhadap arti dan golongan kata.

    Hubungan antara morfologi dengan cabang ilmu yang lain:

    1. Morfologi dengan Fonologi
    2. Hubungan antara Morfologi dengan fonologi adalah adanya kajian yang disebut morfonologi atau morfofonemik yaitu ilmu yang mengkaji terjadinya perubahan fonem akibat adanya proses morfologi, seperti munculnya fonem /y/ pada kata dasar “hari” bila diberi sufiks –an. Hari + an = hariyan dan pakai+an = pakaiyan Atau pindahnya konsonan /b/ pada kata “jawab” apabila diberi sufiks –an. Jawab + ja.wa.ban 
    3. Morfologi dengan Sintaksis
    4. Hubungan antara morfologi dan sintaksis terlihat pada kajian yang disebut morfosintaksis (dari gabungan kata morfologi dan sintaksis). Keterkaitan ini karena adanya masalah morfologi yang perlu dibicarakann bersama dengan masalah sintaksis misalnya, satuan bahasa yang disebut kata, dalam kajian morfologi merupakan satuan terbesar, sedangkan dalam kajian sintaksis merupkan satuan terkecil dalam pembentukkan kalimat atau satuan sintaksis lainnya. Jadi, satuan bahasa yang disebut kata itu, menjadi objek dalam kajian morfologi dan kajian sintaksis.
    5. Morfologi dengan Semantik
    6. Hubungan antara morfologi dan semantik adalah bahwa dalam ilmu morfologi mengkaji bentuk kata dan perubahan bentuk kata yang akan menyebabkan perubahan makna pada kata yang berubah bentuk tersebut. Perubahan makna kata, pengetahuan mengenai seluk-beluk dan pergeseran arti kata itulah yang dikaji oleh disiplin ilmu semantik.
    7. Morfologi dengan Wacana
    8. Dalam cabang ilmu morfologi yang dibahas atau yang mejadi objek kajiannya adalah bentuk kata dan perubahan bentuk kata. Sedangkan dalam cabang ilmu wacana yang dibahas adalah keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan yang terbentuk atau terbangun dari bentuk kata yang dibahas pada ilmu Morfologi.


      Teori tentang kata menurut para ahli:
      1. Menurut Nurlina, dkk. (2004:8)
      2. Kata adalah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal atau gabungan morfem.
      3. Menurut Chaer (1994:162)
      4. Kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian; atau kata adalah deretan huruf yang diapit oleh dua buah spasi dan mempunyai satu arti. Kata disebut juga morfem bebas.
      5. Menurut Ramlan (1987:33)
      6. Kata adalah dua macam satuan, satuan fonologik dan satuan gramatik. Sebagai satuan fonologik, kata terdiri dari satu atau beberapa suku, dan suku itu terdiri dari satu atau beberapa fonem. Sehingga kata merupakan satuan terbesar dari morfologi.
      7. Menurut Tarigan(1985:19)
      8. Kata terbagi menjadi 2 macam yaitu kata dasar dan dasar kata. Kata dasar adalah satuan terkecil yang menjadi asal atau permulaan dari suatu kata kompleks. Dasar kata adalah satuan baik tunggal maupun kompleks yang menjadi dasar bagi pembentukan bagi satuan yang lebih besar atau kompleks.


      Pengertian prefiks, sufiks, dan infiks serta contohnya masing-masing
      1. Prefiks
      2. Prefiks adalah imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar atau sering disebut awalan.contoh prefiks: ber-ber+serta, ber+kerja, ber+uang, ber+janji, ber+buah, ber+runding (beserta, bekerja, beruang, berjanji, berbuah, berunding) se-se+luas, se+lebar, se+rumah, se+lama, se+belum, se+telah (seluas, selebar, serumah, selama, sebelum, setelah) peN-peN+tanya, peN+ambil, peN+makan, peN+waris, peN+latih (penanya, pengambil, pemakan, pewaris, pelatih) di-di+tagkap, di+curi, di+lamar, di+paksa, di-cabut (ditangkap, dicuri, dilamar,dipaksa, dicabut) meN-meN+dapat, meN+larang, meN+konsumsi, meN+kalah, meN+ambil (mendapat, melarang, mengonsumsi, mebgalah, mengambil) ter-ter+angkat, ter+kejut, ter+jadi, ter+ulang, ter+rawat, ter+rasa, ter+rendam (terangkat, terkejut, terjadi, terulang, terawat, terasa, terendam)
      3. Sufiks
      4. Sufiks adalah afiks yang ditambahkan pada bagian belakang kata dasar, atau morfem terikat yang yang diletakkan di belakang suatu bentuk dasar dalam membentuk kata. Contoh Sufiks: -an darat+an, hukum+an, maki+an, ribu+an, larang+an, laut-an (daratan, hukuman, makian, ribuan, larangan, lautan) -igaram+i, menembak-i (garami, menembaki) -kanbuka+kan, keluar+kan, masuk+kan, naik+kan, tarik+kan, laku+kan, beri+kan, misal+kan, terus+kan (bukakan, keluarkan, masukan, naikan, tarikan, lakukan, berikan, misalkan, teruskan) -nyakali+nya, batu+nya, berita+nya, kabar+nya, kampus+nya (kalinya, batunya, beritanya, kabarnya, kampusnya)
      5. Infiks
      6. Infiks adalah morfem yang disisipkan atau diselipkan di tengah kata dasar (sisipan). Contoh Infiks: -er- gigi+(-er-), sabut+(-er-), suling+(-er-), cerita+(-er-) (gerigi, serabut, seruling, ceritra) -el-tunjuk+(-el-), gembung+(-el-), luhur+(-el-), tapak+(-el-), maju+(-el-) (telunjuk, gelembung, leluhur, telapak, melaju) -em- guruh+(-em-), jari+(-em-), kilau+(-em-), tali+(-em-), turun+(-em-) (gemuruh, jemari, kemilau, temali, temurun) -in- kerja+(-in), sambung+(-in-) (kinerja, sinambung) -ah- dulu+(-ah-) (dahulu.
         
        Baca Juga : Beberapa istilah dalam Morfologi

      TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA