Home » All post
konfigurasi Routing Dinamis pada 2 buah Router
in
Cisco,
Jaringan,
Komputer,
Komputer & Jaringan
- on January 12, 2017
- No comments
konfigurasi Routing Dinamis pada 2 buah Router
in
Cisco,
Jaringan,
Komputer,
Komputer & Jaringan
- on January 12, 2017
- No comments
Cek nilai hasil studi di Portal Akademik - Universitas Papua (UNIPA)
- on January 12, 2017
- No comments
Portal Akademik merupakan sistem yang menyediakan berbagai informasi penting terkait data akademik mahasiswa. Data-data mahasiswa disimpan secara terpusat dan dapat diakses oleh mahasiswa secara online. Bagi mahasiswa, bagian yang sangat penting dari sistem ini adalah sistem Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS), dan Transkrip Nilai.
Selain fitur-fitur penting tersebut, Portal Akademik juga menyediakan layanan pesan dan forum. Layanan ini bertujuan agar mahasiswa (seharusnya) dapat saling mengenal dan berbagi informasi mengenai kegiatan dan lingkungan kampus sehingga mahasiswa selalu up-to-date dengan kabar kampus. Isi dari Portal Akademik hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang memiliki username dan password, yaitu mahasiswa, dosen, dan administrator, sehingga sangat aman menggunakannya.
Melalui Portal Akademik, mahasiswa tidak perlu lagi bersusah payah datang ke bagian pengajaran di kampus untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai nilai ataupun untuk mendaftar kelas di awal perkuliahan. Sistem informasi telah memudahkan dan menyederhanakan proses bisnis akademik di lingkungan kampus. Kendati demikian, masih ada sisi negatif dari Portal Akademik, seperti misalnya masalah username dan password yang dengan sendirinya terganti, masalah akses (gangguan jaringan), human error, dan lain-lain.
| Portal Akdemik |
Melalui Portal Akademik, mahasiswa tidak perlu lagi bersusah payah datang ke bagian pengajaran di kampus untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai nilai ataupun untuk mendaftar kelas di awal perkuliahan. Sistem informasi telah memudahkan dan menyederhanakan proses bisnis akademik di lingkungan kampus. Kendati demikian, masih ada sisi negatif dari Portal Akademik, seperti misalnya masalah username dan password yang dengan sendirinya terganti, masalah akses (gangguan jaringan), human error, dan lain-lain.
==========
Oleh:
ariesrutung95
Konfigurasi Web Server di Cisco Packet Tracer
in
Cisco
- on January 12, 2017
- 7 comments
Salah
satu layanan yang paling sering disediakan oleh Server adalah layanan Web.
Salah satu alasanya dari penggunaan Web Server adalah dia bebas platform. Semua
Aplikasi yang berjalan di atas Web hanya perlu menyesuaikan dengan Web Browser pengguna.
Web Server adalah sebuah penyedia layanan dengan Protocol HTTP. Web Server juga
dikenal dengan nama HTTP Server, menyediakan kemampuan untuk mengirimkan
dokumen hyper-text kepada pengguna. Dokumen Hypertext itu nantinya
digunakan untuk dijadikan tampilan.
Cukup
bicara panjang lebarnya, langsung saja ke KTP eh...maaf TKP maksudnya. Langkah
yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1.Buka Aplikasi Cisco Packet
Tracer kalian dan buatlah Topologi seperti berikut. Kemudian hubungkan PC
ke Server kabel Stright. Lihat gambar berikut sebagai contoh!
2. Atur
IP Address pada Server dengan cara
klik pada Server kemudian pilih tab desktop
>> IP Configuration. Isi seperti pada gambar berikut. Kemudian tutup
jika sudah selesai.
3. Masih
di jendela yang sama, klik pada tab Config
kemudian pilih services >> HTTP
seperti gambar beikut. Pastikan Power HTTPnya ON atau aktif. Kemudian kreasikan
file HTML yang ada sesuai dengan selera anda. Contoh singkatnya ada pada gambar
berikut. Kemudian tutup jendela tersebut.
4. Kembali
ke PC Client, atur IP Address pada PC Client dengan cara klik pada PC kemudian pilih tab desktop >> IP Configuration. Sama
seperti pada langkah 2. Isi seperti pada gambar berikut. Kemudian tutup jika
sudah selesai.
5. Masih
di tab Desktop PC Client kemudian pilih Web Browser lalu ketikkan alamat IP
Server di kolom URL lalu enter. Maka hasilnya akan menjadi seperti berikut ini!
Itu tadi cara setting Web server di Cisco Packet
Tracer. Jika ada yang kurang dipahami, silahkan dikomentari. Selamat mencoba
semoga berhasil....
=========
Oleh:
ariesrutung95
=========
Oleh:
ariesrutung95
Konfigurasi DHCP di Cisco Packet Tracer
in
Cisco
- on January 12, 2017
- No comments
DHCP Server
digunakan untuk memberikan IP Address kepada Client atau Workstation
yang memerlukan IP Address secara otomatis. Komputer yang memberikan
nomor IP disebut sebagai DHCP Server, sedangkan komputer yang meminta
nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian Administrator tidak
perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi
TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server. Itu
tadi pembahasan singkat mengenai DHCP. Selanjutnya kita akan praktekkan hal
tesebut di dalam ilmu Cisco packet tracer.
Langkah yang harus dilakukan
adalah sebagai berikut:
1.
Buka Aplikasi Cisco Packet Tracer kalian dan buatlah Topologi
seperti berikut. Terserah kalian, mau pakai berapa banyak PC tidak menjadi
masalah, tapi alangkah baiknya, kalau masih pemula tolong ikuti saja seperti
yang saya buat. Kemudian hubungkan semua PC tersebut ke Switch dan Switch ke Server atau sebaliknya, dengan
menggunakan kabel stright. Lihat gambar berikut sebagai contoh!
2.
Kemudian setting IP Server dengan cara klik pada perangkat (SERVER) sehingga
mucul sebuah jendela baru. Lalu di jendela tersebut klik tab Config kemudian pilih menu interface >> FastEthernet. Pastikan status portnya aktif. Kemudian isikan IP
Address yang sudah kalian tentukan di kolom IP
Configuration. Lihat gambar berikut sebagai contoh!
3.
Masih di jendela yang sama, klik pada menu
Service lalu pilih yang DHCP dan pastikan DHCP servicenya ON. Kalau
belum kasih tanda centang supaya aktif. Kemudian isikan menjadi seperti pada
gambar berikut. Maximum number of usernya
diisi tergantung berapa banyak PC yang kalian pakai untuk mendapatkan IP DHCP dari Server. Akan tetapi pada kebanyakan kasus, ini hanya sebagai opsi
saja, tidak diisi juga tidak apa-apa. Atau diisi misalnya kita isi di opsi
tersebut hanya 4 sementara pada kenyataannya, PC kita lebih dari itu, maka akan
secara otomatis DHCP Server
memberikan IPnya kepada PC yang meminta meski di pengaturannya hanya
diperbolehkan 4 buah PC saja. Kalau sudah selesai tutup jendela tersebut.
4.
Klik pada salah satu PC client, lalu pilih
tap desktop >> IP configuration
dan pilih DHCP. Jika sudah muncul IP
dan ada pesan DHCP Request Successfull
maka konfigurasi berhasil. Lakukan hal yang sama pada PC lainnya. Lihat gambar
berikut sebagai contoh!
OK? Itu tadi langkah konfigurasi DHCP di
Cisco, silahkan mencoba semoga berhasil.... dan yang lebih penting lagi, kalau
merasa masih belum mengerti, silahkan berkomentar, siapa tahu bisa dijawab dan
masalahnya bisa dipecahkan...
=========
Oleh:
ariesrutung95
=========
Oleh:
ariesrutung95
Setting IP di Linux Debian dengan VirtualBox
- on January 12, 2017
- No comments
Dasar dari segala sesuatu yang berhubungan dengan si Layar
Gelap ini adalah setting IP. Yang perlu kita ketahui di sini adalah penguasaan
kita terhadap konsep subneting. Kalau syarat ini kita tidak kuasai, maka
percuma kita belajar untuk setting IP. Oleh karena itu, disarankan harus
menguasai itu terlebih dahulu. OK, stop bicara panjang lebarnya, kita langsung
ke poin yang kita bahas. Simak baik-baik langkahnya.
1.
Buka terlebih dahulu linux debian anda, lalu login. Dalam
kasus ini, saya login sebagai root. Setelah terbuka, lalu ketikkan nano
/etc/network/interfaces sehingga muncul jendela network interfaces,
kemudian isikan seperti pada gambar berikut atau sesuai dengan topologi yang
anda rencanakan.
2. Simpan pengaturan
dengan menekan tombol (CTRL+ X)
kemudian Y dan ENTER dari keyboard anda.
3. Kemudian restart
pengaturan jaringan anda dengan mengetikkan perintah service networking restart atau /etc/init.d/networking restart lalu tekan ENTER.
4. Sekarang cek IP
address yang anda setting tadi dengan perintah ifconfig. Lihat gambaar
berikut!
5. Kemudian
koneksikan dengan komputer lain dalam kasus ini saya pakai komputer ber-Sistem
Operasi Windows (Windows 8). Atur IP pada komputer Windows dengan cara klik kanan icon jaringan pada pojok
kanan bawah komputer anda lalu pilih Open
Network and Sharing Center sehingga akan terbuka jendela baru. Klik pada Change Adapter Setting kemudian pilih VirtualBox Host-Only Network lalu klik
kanan pilih pilih Properties lalu
klik dua kali pada Internet Protocol
Version 4 (TCP/IPv4) lalu isikan seperti pada gambar berikut ini!. Setelah
selesai jangan lupa klik OK dan Close pada semua jendela yang muncul. Isi IP
Address yang satu jaringan dengan Komputer ber-Sistem Operasi Linux.
6. Uji koneksi antara PC Linux dan PC Windows dengan
perintah ping. Dari PC Windows buka run (ctrl + R) kemudian ketikkan ping 192.168.10.1 (alamat IP PC
Linux). Lihat gambar berikut!. Kalau
muncul Time to Live (TTL) berarti koneksinya berhasil. Tapi kalau Request Time
Out (RTO), coba matikan Windows firewalnya dengan cara Klik kanan pada icon
jaringan di bagian kanan bawah PC, Open Network and Sharing Center, Windows firewall, Turn
Windows firewall On or OF, lalu pilih Turn off Windows firewall
(atas bawah alias dua-duanya di pilih), atau Destination Host Unreachable berarti pengaturan IP Addressnya masih
ada yang salah. Ini biasanya ada kesalahan saat mengisi, IP Address, subnetmask
netwotk atau broadcastnya. Atau pengaturannya belum disimpan atau bisa juga
karena belum direstart pengaturan jaringannya. Coba cek ulang konfigurasinya.
7.
Dari PC Linux
lakukan hal yang sama seperti pada PC Windows, ketikkan ping 192.168.10.2 (IP
Address PC Windows)
Nah, bagaiman
sahabat Si Anak Pantai, mudah kan?. OK, itu tadi cara setting IP Addres di Linux
Debian. Semoga penjelasannya jelas dan mudah dimengerti. Kunjungi terus blog
ini yah. Setelah ini kita akan membahas cara seting DNS di Linux Debian. Terima
kasih, selamat mencoba dan semoga bermanfaat....













